![]() |
| Lima Burung Nazar |
Pada awal 1980-an,
Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan
waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan
beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut
oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre
("Lima Burung Nazar"), yang berasal dari nama el buitre
("burung nazar"), julukan yang diberikan kepada salah satu
pemain Madrid saat itu, Emilio
Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael
Martín Vázquez, Miguel Pardeza,
dan Míchel.
Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota
ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza
pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo,
dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez,
Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol
dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan:
mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA,
lima gelar Liga Spanyol
berturut-turut, satu Piala Spanyol,
dan tiga Piala
Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre
resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel
meninggalkan klub.
Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz
menunjuk Fabio
Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya
berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat
kontribusi Roberto
Carlos, Predrag
Mijatović, Davor Šuker,
dan Clarence
Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano,
dan Fernando
Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan
Fernando
Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk
bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes
saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA
dan mengalahkan Juventus
dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag
Mijatović.


0 Response to "Lima Burung Nazar dan ketujuh Piala Eropa 1980–2000"